Home

Rabu, 23 November 2022

Sakit Hati dan Merasa Terancam Jadi Motif Pelaku Membunuh Calon Kepala Desa di Ogan Ilir

OGAN ILIR, - Motif pembunuhan Arfani (53th) calon kepala desa di Ogan Ilir yang ditemukan tewas pada Rabu (20/7/22) pagi sekitar pukul 05.30 WIB lalu oleh pelaku Romli (47th) terkuak.

Tersangka Romli yang ditangkap hari Jumat lalu mengakui bahwa alasan dia membunuh Arfani karena sakit hati dan merasa terancam oleh korban Arfani dan ayahnya Jamil sehingga ia nekad melakukan pembunuhan.

Romli bahkan merencanakan kembali akan membunuh Jamin ayah dari Romli jika tidak keburu diamankan polisi dengan dibantu warga.

Pengakuan Romli itu dikatakan saat diwawancarai sejumlah wartawan dalam siaran pers di Mapolres Ogan Ilir, Senin (21/11/22).

Diungkapkan Romli rencana membunuh Arfani ia siapkan sejak tiga bulan sebelumnya. Bahkan ia telah membeli senjata api rakitan sejak lima bulan lalu seharga Rp.4 juta.

Di hari Rabu tanggal 20 Juli 2022 Romli lalu melakukan rencananya dengan mendatangi rumah Arfani di waktu subuh.

Ia lalu mengetuk rumah Arfani sembari memanggil untuk keluar.

Saat Arfani keluar Romli langsung menembak Arfani dua kali di pinggang dan di belikat.

Romli juga membacok Arfani sehingga mengalami luka leher, perut dan sekitar wajah.

Aksi Romli yang menggunakan sebo penutup muka sempat disaksikan sejumlah warga. Namun Romli berhasil kabur dan bisa menutupi kasusnya selama 4 bulan.

"Itu pak, (saya) merasa terancam, tak mampu mengelak, menjadikan aku merasa dikejar kejar terus akhirnya melakukan perlawanan," kata Romli.

Diuraikan Romli, bentuk pengancaman berupa merusak sepeda motor miliknya berulang kali.

"Dio merusak kabel motor aku, memang aku tak pernah melihat namun aku merasakan seperti itu, kalau aku lihat atau ada saksi maka aku lapor ke polisi," sambung Romli.

Romli juga mengakui sebelum ditangkap ia memang hendak membunuh Jamil orang tua Arfani.

"Ia pak, (saya memang berencana membunuh) pak Jamil bapaknya," tambah Romli lagi.

Kapolres Ogan Ilir AKBP Andi Baso Rahman mengatakan, penangkapan pelaku setelah polisi yang terus melakukan penyelidikan dan pengintaian mendapatkan informasi tentang gerak gerik pelaku yang mencurigakan pada hari jumat minggu lalu di sekitar rumah korban Desa Betung 2 Kecamatan Lubuk Keliat Ogan Ilir.

Dibantu warga polisi lalu mengamankan Romli. Saat digeledah ditemukan senjata tajam dan senjata api rakitan berbahan stainless.

Saat diinterogasi Romli mengaku hendak membunuh Jamil ayah dari Arfani calon kepala desa yang dibunuhnya.

Romli juga mengakui dia yang telah membunuh Arfani tanggal 20 juli lalu.

Dijelaskan Andi Baso Rahman, dalam merencanakan aksinya pelaku Romli cukup detil.

Pelaku bahkan membuat seperti baju besi dari kawat untuk melindungi dirinya dari serangan senjata tajam jika korban melawan.

"Pelaku sudah menyiapkan pelindung diri berupa baju besi berbahan kawat yang ia pakai untuk melindungi dirinya jika mendapat serangan balasan dari keluarga Arfani, dan saat ditangkap ia tengah mengenakan baju tersebut," kata Andi Baso Rahman.

Atas perbuatanya Romli terancam pasal 340 KUHP dengan ancaman hukuman mati.

Dari Romli disita barang bukti diantaranya senpi rakitan, sebilah parang yang digunakan membacok korban, beberapa butir peluru, baju pelindung dari kawat dan sebo penutup muka pelaku saat melakukan aksinya. oganilirterkini.co.id

Tidak ada komentar:

Posting Komentar