Home

Selasa, 23 April 2024

Belasan Kerbau di Tanjung Seteko OI Mati Mendadak, Diduga Terkena Penyakit Ngorok

Beberapa ekor kerbau ditemukan mati di wilayah Desa Tanjung Seteko, Kecamatan Indralaya Utara, Ogan Ilir, Senin (22/4/2024). (Sumber : sripoku.com)

OGAN ILIR, - Dikutip dari situs sripoku.com , Beberapa ekor kerbau mati mendadak di wilayah Desa Tanjung Seteko, Kecamatan Indralaya, Ogan Ilir, sejak Sabtu (20/4/2024) lalu.

Informasi dari Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Ogan Ilir, kerbau-kerbau tersebut mati diduga kuat karena terserang wabah ngorok (tagere) atau Septicaemia Epizootica (SE).

"Informasi yang kami terima, ada 11 kerbau yang mati di Desa Tanjung Seteko," kata Kabid Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Ogan Ilir, Lilis Suryani, Senin (22/4/2024).

Saat ini bangkai kerbau mati dibiarkan tergeletak di rawa dan kolong jalan tol di wilayah Desa Tanjung Seteko.

Petugas dinas masih melakukan pendataan terkait kemungkinan bertambahnya jumlah kerbau yang mati.

"Petugas kami sedang mengecek ke lapangan," ujar Lilis.

Menurutnya, wabah ngorok mulai terdeteksi di Ogan Ilir sejak Februari lalu di mana sebelumnya ada tiga ekor kerbau mati di Desa Tanjung Lubuk, Kecamatan Indralaya Selatan.

Setelah temuan tersebut, Pemkab Ogan Ilir gencar memvaksin hewan ternak sapi dan kerbau, diantaranya di wilayah Indralaya dan Indralaya Selatan.

Sejauh ini, lebih dari 200 ekor kerbau dan sapi di Ogan Ilir yang divaksin oleh Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian.

Lilis mengimbau para peternak sapi dan kerbau silakan melapor jika ada hewan ternak yang terindikasi wabah penyakit ngorok.

"Vaksin untuk pencegahan penyakit ngorok ini tidak dipungut biaya alias gratis," jelas Taufik. oganilirterkini.co.id

Artikel ini telah tayang di sripoku.com dengan judul : Belasan Kerbau di Tanjung Seteko Ogan Ilir Mati Mendadak, Diduga Terkena Penyakit Ngorok
Readmore → Belasan Kerbau di Tanjung Seteko OI Mati Mendadak, Diduga Terkena Penyakit Ngorok

Minggu, 21 April 2024

4 Wanita Diduga Penjaja Cinta di Bedeng Kuning Indralaya OI, Diamankan Satpol PP

Anggota Satpol PP Kabupaten Ogan Ilir saat mengamankan salah satu wanita diduga penjaja cinta, dari bedeng kuning Indralaya Kabupaten Ogan Ilir, Jumat, 19 April 2024. (Sumber : sumeks.co)

OGAN ILIR, - Dikutip dari situs sumeks.co , Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Ogan Ilir, berhasil mengamankan empat wanita diduga penjaja cinta.

Empat wanita diduga penjaja cinta tersebut, merupakan penghuni bedeng kuning yang berlokasi di Taman Permata Indah (TPI) Indralaya Kabupaten Ogan Ilir.

Kepala Satpol PP Kabupaten Ogan Ilir, Kapidin mengungkapkan, penangkapan keempat cewek ini berawal dari laporan masyarakat yang sudah resah.

"Awalnya ada laporan dari warga yang merasa resah dengan aktivitas di bedeng kuning ini," terangnya, Jumat, 19 April 2024.

Terlebih lagi, keresahan masyarakat di sekitar bedeng kuning Indralaya ini, juga sempat viral di media sosil Facebook dan Instagram.

"Secara regulasi memang mereka ini melanggar Peraturan Daerah Nomor 9 tahun 2021," terangnya.


Adapun cara penangkapan yang dilakukan Satpol PP Kabupaten Ogan Ilir, yakni, dengan cara undercover buy atau membeli dalam penyamaran.

Setelah transaksi berhasil, para anggota Satpol PP Kabupaten Ogan Ilir yang didominasi oleh para wanita, langsung menuju lokasi hunian empat wanita tersebut.

"Anggota kami pun membawa empat wanita itu ke mobil dan digiring ke kantor Sat Pol PP Kabupaten Ogan Ilir," lanjutnya lagi.

Pengamanan empat wanita penjaja cinta ini sempat tegang, karena salah satu wanita terlihat begitu histeris merasa tidak terima diamankan.

"Untuk pemilik kos-kosan nanti ada sanksi, dan akan kita panggil," sebutnya.

Setelah diamankan, keempat wanita yang diduga berprofesi sebagai penjaja cinta ini, dibawa ke Kantor Satpol PP Kabupaten Ogan Ilir untuk didata.

Sebagaimana diketahui, bahwa kos-kosan ini sudah lama beroperasi. Akan tetapi, ternyata disalahgunakan tempat maksiat selama lebih kurang lima bulan lamanya.

"Dulu kita pernah melakukan razia satu kali dan amankan dua orang wanita," katanya lagi.

Sementara itu, menurut salah seorang warga bernama Iman, bedeng kuning ini memang sudah sangat terkenal di kalangan masyarakat sebagai tempat maksiat.

Akan tetapi, sebagai masyarakat awam, Iman menyebut, bahwa masyarakat sekitar bedeng kuning ini tidak bisa berbuat apa-apa, dikarenakan takut salah.

"Kami takut salah kalau bergerak sendiri. Alhamdulillah, hari ini ternyata dari pihak Pol PP mau melakukan pengamanan disini," ucapnya.

Sebagai warga, Iman mengaku sangat senang dengan diamankannya pelaku penjaja cinta di bedeng kuning ini.

"Ya saya berharap tidak terjadi lagi perbuatan-perbuatan yang tidak diinginkan tersebut," pintanya.

Untuk diketahui, para wanita ini diduga menjajakan cintanya dengan cara melalui sebuah aplikasi di handphone, yatu, Michat.

Yaitu, sebuah aplikasi yang digunakan dengan cara memesan seseorang untuk dijadikan teman berkencan dari para lelaki hidung belang. oganilirterkini.co.id

Artikel ini telah tayang di sumeks.co dengan judul : 4 Cewek Diduga Penjaja Cinta di Bedeng Kuning Indralaya, Diamankan Satpol PP Ogan Ilir
Readmore → 4 Wanita Diduga Penjaja Cinta di Bedeng Kuning Indralaya OI, Diamankan Satpol PP

Proses Ubah Status Unsri Jadi PTNBH, Rektor Sebut Masih di Sekretaris Negara

Rektor Universitas Sriwijaya, Prof Taufiq Marwa, mengungkapkan progres perubahan status Unsri menjadi PTNBH. (Sumber : sumeks.co)

OGAN ILIR, - Dikutip dari situs sumeks.co , Proses perubahan status Universitas Sriwijaya (Unsri) menjadi Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum (PTNBH), masih berjalan.

Menurut Rektor Unsri, Prof Taufiq Marwa, saat ini proses perubahan status Unsri dari Badan Layanan Umum (BLU) ke PTNBH masih di Sekretaris Negara (Sekneg).

"Posisinya sekarang sudah di Sekneg. Mudah-mudahan saja bisa segera terlaksana segera, kita tidak bisa terus-terusan berharap," ujarnya, Jumat, 19 April 2024.

Sebagaimana diketahui, proses perubahan status Unsri dari BLU ke PTNBH, telah banyak upaya yang dilakukan oleh pihak Unsri selama ini.

Untuk menghadapi transformasi tersebut, seluruh civitas akademika Unsri mendapatkan arahan dari Sekretaris Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi (Sekretaris Ditjen Diktiristek), Prof Tjitjik Srie Tjahjandarie.

Rektor Unsri menambahkan, bahwa Sekjen Dikti Ristek telah memberikan perhatian yang sangat khusus kepada Unsri terkait transformasi Unsri dari PTN BLU menjadi PTNBH.

"Prof Tjitjik ini sudah sangat berpengalaman di Unair dan banyak terlibat di universitas lainnya. Mudah-mudahan contoh-contoh terbaik dari universitas yang sudah beralih status tersebut bisa diterapkan di Unsri," ucap Rektor.

Rektor berharap, perubahan status dari universitas BLU menjadi Universitas berbadan hukum berjalan dengan baik, dan juga memberikan manfaat lebih baik dari kondisi saat ini.

"Berubah status, maka kita berubah semakin baik dan semakin baik. Sekali lagi kami ucapkan terima kasih kepada Bu Sesditjen yang sudah bersedia hadir di Unsri, kita dengarkan masukan dan arahan beliau untuk kemajuan Unsri yang kita cintai ini," kata Rektor.

Pada kesempatan itu, Sekretaris Ditjen Diktiristek, Prof Tjitjik Srie Tjahjandarie menyampaikan, bahwa secara prinsip dirinya melihat proses Unsri menuju PTNBH sebenarnya teoritikal kegiatan utuhnya tidak lama.

"Tetapi penyebabnya, di dalam proses  penyusunan Peraturan Pemerintah (PP) tiba-tiba muncul Undang-Undang ASN. Jadi kendalanya bukan secara substansial kesiapan Unsri, tetapi ini karena adanya regulasi dan kebijakan-kebijakan yang ada," paparnya.

Menurut Prof Tjitjik, ini juga terjadi di beberapa waktu yang lalu pada saat Unair. Jadi, itu bukan sesuatu yang menurutnya sebagai kendala internal Unsri, tetapi lebih pada lingkungan makro atau regulasi kebijakan yang ada.

"Sekarang saya yakin mudah-mudahan tidak membuat was-was yang biasanya semangat menjadi drop, jangan seperti itu, karena justru tantangan menjadi PTNBH baru dimulai dari saat ini. Karena inilah the real PTNBH yang harus bapak ibu hadapi," imbaunya.

Lebih jauh, Prof Tjitjik menjelaskan, empat aspek transisi yang perlu disiapkan oleh Unsri untuk bertransformasi menjadi PTNBH.

Pertama, yaitu organ Unsri yang terdiri dari Senat Akademik (SA) dan Majelis Wali Amanah (MWA) yang menurutnya harus segera dibentuk.

Kedua, Satker Unsri PTNBH, selanjutnya yang ketiga yaitu tata kelola yaitu Peraturan MWA, SA, dan Rektor.

Kemudian yang keempat SDM PTNBH. oganilirterkini.co.id

Artikel ini telah tayang di sumeks.co dengan judul : Proses Ubah Status Unsri Jadi PTNBH, Rektor Sebut Masih di Sekretaris Negara
Readmore → Proses Ubah Status Unsri Jadi PTNBH, Rektor Sebut Masih di Sekretaris Negara

Sabtu, 20 April 2024

3 Ekor Kerbau di Ogan Ilir Ditemukan Mati Mendadak, Diduga Terkena Penyakit Ngorok

Tim dari Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Ogan Ilir, menyuntikkan vaksin ke hewan ternak. (Sumber : sumeks.co)

OGAN ILIR, - Dikutip dari situs sumeks.co , Tiga ekor kerbau di Kabupaten Ogan Ilir, ditemukan mati secara mendadak. Diduga, kematian tersebut lantaran terserang penyakit ngorok atau Tagere.

Pengawas Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan dari Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Ogan Ilir, Taufik Ismail menyebut, tiga kerbau yang mati tersebut ditemukan di salah satu desa di Kecamatan Indralaya Selatan.

"Kami menemukan kasus kematian kerbau di salah satu desa di Kecamatan Indralaya Selatan pada akhir Februari lalu," ungkapnya, Kamis, 18 April 2024.

Menindaklanjuti penemuan tersebut, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Ogan Ilir, langsung melakukan suntik vaksinasi kepada sapi dan kerbau yang ada di Kabupaten Ogan Ilir.

"Sejauh ini lebih dari 200 ekor kerbau dan sapi di Ogan Ilir yang divaksin oleh Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan," sebutnya.

Adapun sapi dan kerbau yang disuntik vaksin berada di wilayah Indralaya dan Indralaya Selatan. Sebagaimana diketahui, gejala penyakit ngorok sedang mewabah di wilayah Ogan Komering Ilir (OKI).

Gejala wabah serupa ternyata mulai melanda wilayah Ogan Ilir, namun belum terlalu masif dan sedang ditanggulangi oleh pemerintah daerah setempat.

"Kepada peternak kami mengimbau silahkan melapor jika ada hewan ternak yang terindikasi wabah penyakit ngorok," imbaunya.

Ditambahkan Taufik, vaksin untuk pencegahan penyakit ngorok ini tidak dipungut biaya alias gratis.

Dirinya juga mengungkapkan, ada sebagian peternak yang takut hewan ternak mereka divaksin.

Peternak pun berinisiatif memotong hewan yang terindikasi terkena wabah ngorok dan dagingnya dijual ke luar daerah Sumatera Selatan.

Menurut Taufik, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan tak dapat memaksa peternak untuk mengikuti anjuran vaksin.

"Kami sifatnya hanya mengimbau, mengarahkan. Kalaupun tidak mau divaksin, tidak bisa kami paksa," tuturnya.

Salah seorang peternak kerbau asal Desa Sejaro Sakti, Kecamatan Indralaya bernama Erlan mengaku sangat was-was dengan wabah ngorok.

"Jujur saja sangat khawatir. Kami ada 65 ekor kerbau dan alhamdulillah sudah divaksin semua," ujar Erlan.

Berdasarkan pengalamannya, wabah ngorok yang sering menyerang hewan ternak ruminansia khususnya sapi dan kerbau ini sifatnya akut atau fatal.

Penyakit ini, menurut Erlan sering terjadi terutama saat musim hujan tiba, seperti terjadi di Ogan Ilir belum lama ini.

Hewan yang terserang wabah ngorok tampak pada gejala diantaranya kehilangan nafsu makan, mengeluarkan air liur tanpa henti dan nafas tersengal-sengal.

"Jadi nafas hewan itu memang tersendat, lalu dia ngorok. Dua sampai tiga jam setelah ngorok itu, hewannya mati. Memang cepat sekali," tutur Erlan.

Dirinya berharap vaksin sapi dan kerbau di Ogan Ilir terus berkelanjutan demi kesehatan hewan ternak.

"Karena ekonomi kami kan bertumpu pada sektor peternakan ini," kata Erlan. oganilirterkini.co.id

Artikel ini telah tayang di sumeks.co dengan judul : 3 Ekor Kerbau di Ogan Ilir Ditemukan Mati Mendadak, Diduga Terkena Penyakit Ngorok
Readmore → 3 Ekor Kerbau di Ogan Ilir Ditemukan Mati Mendadak, Diduga Terkena Penyakit Ngorok

Jumat, 19 April 2024

Unsri Luluskan 1.225 Wisudawan Baru di Wisuda ke-171, Termasuk Putri Herman Deru

Rektor Unsri, Prof Taufiq Marwa, bersama salah satu wisudawan yang merupakan putri mantan Gubernur Sumsel periode 2018-2023, Herman Deru yakni Ratu Tenny Leriva, yang turut di wisuda pada momen wisuda ke-171 di Auditorium Kampus Unsri Indralaya, Kamis, 18 April 2024. (Sumber : sumeks.co)

OGAN ILIR, - Dikutip dari situs sumeks.co , Universitas Sriwijaya (Unsri) kembali mewisuda 1.225 wisudawan baru, pada momen wisuda ke-171 tahun 2024 ini.

Prosesi wisuda 1.225 wisudawan baru Unsri ke-171 ini, dipusatkan di Auditorium Unsri Kampus Indralaya, pada Kamis, 18 April 2024.

Rektor Unsri, Prof Taufiq Marwa mengatakan, bahwa prosesi wisuda ke-171 ini merupakan yang kedua di tahun 2024, setelah sebelumnya pada Februari 2024.

"Ini merupakan prosesi wisuda kedua tahun ini, dan sudah 171 kali Unsri melaksanakan wisuda selama berdiri," ungkapnya kepada awak media.

Gelaran wisuda ke-171 kali ini, dikemas secara berbeda dibanding awal tahun lalu. Karena, wisuda kedua tahun ini diselenggarakan hanya satu hari.

"Biasanya kalau jumlah wisudawan banyak, kita bikin dua hari. Namun, untuk praktisnya kita gelar satu hari saja," katanya lagi.

Rektor Unsri menambahkan, kendati banyaknya wisudawan yang mengikuti acara wisuda kali ini, namun pelaksanaan wisuda berjalan lancar.

"Meskipun kita tahu, ramainya wisudawan ini membuat situasi di dalam ruangan kadang tidak sesuai dengan harapan, karena panas," sebutnya.

Rektor berharap, momen wisuda kali ini hendaknya bisa menjadi kenang-kenangan tersendiri bagi para wisudawan, pasca menimba ilmu di Unsri.

"Semoga ilmu yang didapat bisa barokah dan bermanfaat, bagi kehidupan para alumni Unsri ke depannya," harapnya.

Sebagai Rektor, Taufiq berkeinginan, kehadiran alumni Unsri di tengah-tengah masyarakat akan memberikan manfaat yang luar biasa bagi kehidupan di masyarakat.

Untuk diketahui, dari 1.225 wisudawan baru Unsri terdapat sebanyak 667 wisudawan yang mendapatkan predikat Dengan Pujian.

Salah satu wisudawan yang mengikuti wisuda ke-171 di Unsri, adalah, Ratu Tenny Leriva yang merupakan putri bungsu dari mantan Gubernur Sumsel periode 2018-2023, Herman Deru.

Tak heran, pada wisuda kali ini, Herman Deru, juga tampak hadir di tengah-tengah para orang tua wisudawan yang mengikuti wisuda ke-171 kali ini.

Terkait kehadiran Herman Deru pada prosesi wisuda ke-171 kali ini, Rektor Unsri memberikan apresiasinya terhadap mantan Gubernur Sumsel tersebut.

"Kita sangat senang sekali dengan kedatangan Pak Herman Deru, karena kebetulan ada anaknya yang juga ikut wisuda dari profesi dokter," ucapnya. oganilirterkini.co.id

Artikel ini telah tayang di sumeks.co dengan judul : Unsri Telurkan 1.225 Wisudawan Baru pada Momen Wisuda ke-171 Tahun 2024, Termasuk Putri Herman Deru
Readmore → Unsri Luluskan 1.225 Wisudawan Baru di Wisuda ke-171, Termasuk Putri Herman Deru

Kamis, 18 April 2024

Pasal Hutang, 2 Tetangga di OI Berseteru, Berujung Perdamaian di Polsek Rantau Alai

Dua wanita di Desa Kertabayang Kecamatan Rantau Alai, akhirnya berdamai lewat penyelesaian permasalahan dengan restorative justice oleh Polsek Rantau Alai. (Sumber : sumeks.co)

OGAN ILIR, - Dikutip dari situs sumeks.co , Polsek Rantau Alai berhasil mendamaikan warganya yang berseteru pasal hutang piutang.

Kapolsek Rantau Alai, AKP Sutopo menjelaskan, kedua warganya yang berseteru tersebut adalah Hayuti dan Haryati, yang merupakan tetangga.

"Asal muasal kasus ini berawal dari permasalahan hutang piutang diantara kedua tetangga tersebut," terangnya, Rabu, 17 April 2024.

Menurut Kapolsek, kasus saling lapor diantara kedua warga ini, telah diselesaikan dengan restorative justice oleh Polsek Rantau Alai.

Penyelesaian kasus dengan restorative justice ini sudah dilakukan pada 16 April 2024, dengan dibantu oleh personel Polsek Rantau Alai.

"Kita hanya membantu penyelesaian perselisihan perkara split, sehubungan kasus penganiayaan antara kedua warga," lanjutnya.

Sebelum akhirnya sepakat berdamai, pihak Polsek Rantau Alai mempertemukan kedua belah pihak. Setelah itu, keduanya sepakat untuk menyelesaikan kasusnya di Polsek Rantau Alai.

"Alhamdulillah, proses berjalan dengan lancar tanpa ada paksaan dari pihak manapun," sebutnya.

Ditambahkan Kapolsek, kedua warga ini merupakan tetangga di Desa Kertabayang Kecamatan Rantau Alai Kabupaten Ogan Ilir.

"Proses perdamaian dihadiri oleh kedua belah pihak dan keluarga, serta disaksikan langsung oleh Kades Kertabayang," tutupnya.

Sementara itu, Kades Kertabayang, Suharni Abasri mengungkapkan, pihaknya sangat menyambut baik kedua warganya yang berselisih paham, akhirnya mau berdamai.

"Tentunya kita sangat mendukung perdamaian ini. Apalagi, saat ini masih suasana Idulfitri 1445 Hijriah, harus saling maaf memaafkan," ujarnya.

Jauh sebelumnya, Polsek Rantau Alai juga berhasil mendamaikan dua warga Desa Kumbang Ilir Kecamatan Kandis Kabupaten Ogan Ilir, yang cekcok mulut hingga berujung dengan penamparan.

Dua orang wanita yang cekcok mulut hingga berujung penamparan di Desa Kumbang Ilir Kecamatan Kandis tersebut, yaitu, Patmawati (42th) dan Maryun (55th).

Kapolsek Rantau Alai, AKP Sutopo menjelaskan, permasalahan yang terjadi diantara kedua wanita paruh baya tersebut, berawal dari kesalahpahaman.

"Kedua wanita ini lalu ribut dan cekcok mulut, yang berujung kepada penamparan oleh pelaku Maryun," terangnya, Minggu, 3 Maret 2024. oganilirterkini.co.id

Artikel ini telah tayang di sumeks.co dengan judul : Pasal Hutang, 2 Tetangga di Ogan Ilir Berseteru, Berujung Perdamaian di Polsek Rantau Alail
Readmore → Pasal Hutang, 2 Tetangga di OI Berseteru, Berujung Perdamaian di Polsek Rantau Alai

Pelaku Pembunuhan Sadis di OI Diduga Lebih dari Satu Orang, 4 Saksi Ungkap Ciri-Cirinya

Polisi saat melakukan olah TKP kasus pembunuhan warga Desa Kasih Raja Kecamatan Lubuk Keliat Kabupaten Ogan Ilir, beberapa waktu lalu. (Sumber : sumeks.co)

OGAN ILIR, - Dikutip dari situs sumeks.co , Empat saksi pembunuhan sadis warga Desa Kasih Raja Kecamatan Lubuk Keliat Kabupaten Ogan Ilir, mengutarakan ciri-ciri terduga pelaku.

Kapolsek Tanjung Batu, AKP Sondi Fraguna mengatakan, bahwa dari empat saksi yang diperiksa menyebutkan ciri-ciri yang berbeda.

"Sehingga bisa kita simpulkan bahwa terduga pelaku tampaknya dua orang," katanya, Selasa, 16 April 2024.

Berdasarkan keterangan saksi-saksi, bahwa satu terduga pelaku pembunuhan sadis memiliki ciri-ciri berpostur tubuh tinggi serta menggunakan penutup wajah.

Lalu, saksi lainnya mengungkapkan, bahwa sempat melihat seseorang dengan ciri-ciri berpostur tubuh pendek dan menggunakan jaket lengkap dengan penutup kepala.

"Kita masih mendalami informasi-informasi yang telah disampaikan oleh warga ini," lanjutnya.

Sebelumnya, Polsek Tanjung Batu juga telah menjadwalkan pemanggilan terhadap keempat saksi tersebut saat menjelang lebaran Idulfitri 1445 Hijriah.

Namun, karena sesuatu dan lain hal keempat saksi berhalangan hadir, hingga akhirnya Polsek Tanjung Batu terpaksa menjemput keempatnya untuk memberikan keterangan.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, warga Desa Kasih Raja Kecamatan Lubuk Keliat Kabupaten Ogan Ilir, dibuat geger dengan penemuan seorang pria yang terkapar bersimbah darah.

Pria yang ditemukan terkapar bersimbah darah tersebut diketahui bernama Haryono (47), warga Dusun II Desa Kasih Raja Kecamatan Lubuk Keliat Kabupaten Ogan Ilir.

Menurut Kapolsek Tanjung Batu, AKP Sondi Fraguna, penemuan pria bersimbah darah di Desa Kasih Raja tersebut, diduga merupakan korban pembunuhan Orang Tak Dikenal (OTD).

"Untuk pelakunya masih kita lidik," ungkapnya, Minggu, 7 April 2024. oganilirterkini.co.id

Artikel ini telah tayang di sumeks.co dengan judul : Pelaku Pembunuhan Sadis di Ogan Ilir Diduga Lebih dari Satu Orang, 4 Saksi Ungkap Ciri-Cirinya
Readmore → Pelaku Pembunuhan Sadis di OI Diduga Lebih dari Satu Orang, 4 Saksi Ungkap Ciri-Cirinya

Rabu, 17 April 2024

Ogan Ilir Dilanda Angin Kencang, Akibatnya 2 Rumah Warga Roboh

Sebuah rumah bengkel di Desa Meranjat 3 Kecamatan Indralaya Selatan Kabupaten Ogan Ilir, roboh dan tercebur ke sungai saat diterjang angin kencang. (Sumber : sumeks.co)

OGAN ILIR, - Dikutip dari situs sumeks.co , Angin kencang yang melanda wilayah Kabupaten Ogan Ilir, telah menyebabkan dua rumah roboh. Satu rumah bahkan tercebur ke sungai.

Sebuah rumah yang tercebur ke sungai akibat angin kencang tersebut, merupakan milik warga di Desa Meranjat 3 Kecamatan Indralaya Selatan Kabupaten Ogan Ilir.

Menurut Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (Kalaksa BPBD) Kabupaten Ogan Ilir, Edi Rahmat, rumah roboh tersebut terjadi pada 16 April 2024 sekitar pukul 02.00 WIB dini hari.

"Satu rumah ambruk ke sungai ini dihuni oleh satu keluarga, yang berisikan lima jiwa," terangnya, Rabu, 17 April 2024.

Akibat kejadian ini, tidak ada korban jiwa, namun untuk kerugian belum dapat ditafsir lantaran ikut roboh bersama rumah yaitu dua unit sepeda motor.

Usai mendapatkan laporan dari warga, Satgas BPBD Kecamatan Indralaya Selatan langsung menuju ke lokasi untuk melakukan pengecekan rumah roboh.

"Adapun upaya yang dilakukan anggota Satgas BPBD Kecamatan Indralaya Selatan, groundcek dan koordinasi bersama perangkat desa dan keluarga yang terkena musibah," paparnya.

Terjangan angin kencang juga terjadi di Desa Ketapang II Kecamatan Rantau Panjang Kabupaten Ogan Ilir, Senin, 15 April 2024. Peristiwa ini telah menyebabkan sebuah rumah roboh.

Mendapati laporan terkait adanya rumah roboh di Desa Ketapang II tersebut, personel Polsek Tanjung Raja langsung menuju lokasi rumah roboh untuk melakukan pengecekan.

Menurut Kapolsek Tanjung Raja, AKP Hermansyah, peristiwa ini menimpa rumah Jawariah (50th), di Dusun II RT 004 Desa Ketapang II.

"Adapun terjadinya rumah roboh tersebut, akibat angin kencang," ujarnya Rabu, 17 April 2024.

Kencangnya angin yang menerjang, membuat rumah dan bangunan yang sudah rapuh ini roboh dalam sekejap.

"Sebagian rumah ini kan terbuat dari kayu, sehinggaroboh dan tidak bisa digunakan lagi," katanya.

Untuk kondisi pemilik rumah dalam keadaan sehat, serta barang milik korban sudah dievakuasi.

"Untuk korban jiwa nihil, namun kerugian materil ditafsir sebesar Rp.10.000.000," paparnya.

Terpisah, Kepala Desa Ketapang II, Nora mengungkapkan, bahwa pihaknya sudah melaporkan kejadian ini kepada Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Ogan Ilir.

"Sudah kita laporkan, bahkan tim Baznas Ogan Ilir sudah survey ke lokasi. Menurut rencana Senin nanti bahan-bahan sudah datang," terangnya.

Sementara itu, Wakil Ketua II Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan Baznas Kabupaten Ogan Ilir, Ahmad Maulidin mengungkapkan, bahwa mereka langsung menindaklanjuti setelah mendapatkan kabar dari Kades.

"Sudah kami tindak lanjuti dan langsung disurvey," ungkapnya.

Akan tetapi, untuk rumah roboh yang terjadi di Desa Meranjat 3 belum dapat ditindaklanjuti lantaran belum ada proposal dari pihak Pemerintah Desa.

"Belum ada proposal yang masuk ke Baznas Kabupaten Ogan Ilir," katanya. oganilirterkini.co.id

Artikel ini telah tayang di sumeks.co dengan judul : Angin Kencang di Ogan Ilir, Akibatkan 2 Rumah Roboh, 1 Rumah Sampai Nyebur ke Sungai
Readmore → Ogan Ilir Dilanda Angin Kencang, Akibatnya 2 Rumah Warga Roboh

Ratusan Ekor Kerbau dan Sapi di Ogan Ilir Sudah Divaksin, Antisipasi Penyakit Ngorok

Petugas Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Ogan Ilir memvaksin hewan ternak sapi dan kerbau di wilayah Indralaya, Selasa (16/4/2024). (Sumber : tribunsumsel.com)

OGAN ILIR, - Dikutip dari situs tribunsumsel.com , Pemkab Ogan Ilir gencar memvaksin hewan ternak sapi dan kerbau, diantaranya di wilayah Indralaya dan Indralaya Selatan.

Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi penyakit ngorok yang saat ini tengah banyak terjadi.

"Kami menemukan kasus kematian kerbau di salah satu desa di Kecamatan Indralaya Selatan pada akhir Februari lalu," kata Pengawas Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan dari Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Ogan Ilir, Taufik Ismail, Selasa (16/4/2024).

Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Ogan Ilir mencatat sudah tiga ekor kerbau mati diduga wabah penyakit ngorok.

Sejauh ini, lebih dari 200 ekor kerbau dan sapi di Ogan Ilir yang divaksin oleh Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan.

Taufik mengimbau para peternak sapi dan kerbau silakan melapor jika ada hewan ternak yang terindikasi wabah penyakit ngorok.

"Vaksin untuk pencegahan penyakit ngorok ini tidak dipungut biaya alias gratis," jelas Taufik.

Dirinya juga mengungkapkan, ada sebagian peternak yang takut hewan ternak mereka divaksin.

Peternak pun berinisiatif memotong hewan yang terindikasi terkena wabah ngorok dan dagingnya dijual ke luar daerah Sumatera Selatan.

Menurut Taufik, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan tak dapat memaksa peternak untuk mengikuti anjuran vaksin.

"Kami sifatnya hanya mengimbau, mengarahkan. Kalaupun tidak mau divaksin, tidak bisa kami paksa," tuturnya.

Salah seorang peternak kerbau asal Desa Sejaro Sakti, Kecamatan Indralaya bernama Erlan mengaku sangat was-was dengan wabah ngorok.

"Jujur saja sangat khawatir. Kami ada 65 ekor kerbau dan alhamdulillah sudah divaksin semua," ujar Erlan.

Berdasarkan pengalamannya, wabah ngorok yang sering menyerang hewan ternak ruminansia khususnya sapi dan kerbau ini sifatnya akut atau fatal.

Penyakit ini, menurut Erlan sering terjadi terutama saat musim hujan tiba, seperti terjadi di Ogan Ilir belum lama ini.

Hewan yang terserang wabah ngorok tampak pada gejala diantaranya kehilangan nafsu makan, mengeluarkan air liur tanpa henti dan nafas tersengal-sengal.

"Jadi nafas hewan itu memang tersendat, lalu dia ngorok. Dua sampai tiga jam setelah ngorok itu, hewannya mati. Memang cepat sekali," tutur Erlan.

Dirinya berharap vaksin sapi dan kerbau di Ogan Ilir terus berkelanjutan demi kesehatan hewan ternak.

"Karena ekonomi kami kan bertumpu pada sektor peternakan ini," kata Erlan.

Gejala penyakit ngorok (tagere) atau Septicaemia Epizootica (SE) sedang mewabah di wilayah Ogan Komering Ilir (OKI), di mana ratusan kerbau ditemukan mati.

Gejala wabah serupa ternyata mulai melanda wilayah Ogan Ilir, namun belum terlalu masif dan sedang ditanggulangi oleh pemerintah daerah setempat. oganilirterkini.co.id

Artikel ini telah tayang di tribunsumsel.com dengan judul : Ratusan Ekor Kerbau dan Sapi di Ogan Ilir Sudah Divaksin, Antisipasi Penyakit Ngorok
Readmore → Ratusan Ekor Kerbau dan Sapi di Ogan Ilir Sudah Divaksin, Antisipasi Penyakit Ngorok

Senin, 15 April 2024

Mobil Jungkir Balik di Jalan Tol Palembang-Prabumulih, Diduga Hilang Kendali Saat Nikung

Sebuah mobil berwarna putih, alami kecelakaan tunggal di ruas Tol Palembang-Prabumulih. (Sumber : sumeks.co)

OGAN ILIR, - Dikutip dari situs sumeks.co , Sebuah kecelakaan lalu lintas tunggal di wilayah Kabupaten Ogan Ilir terekam kamera seorang remaja, hingga viral di media sosial.

Diduga, kecelakaan tunggal tersebut terjadi di Jalan Tol ruas Palembang-Prabumulih wilayah Kabupaten Ogan Ilir, pada Minggu, 14 April 2024.

Peristiwa kecelakaan tunggal ini, seperti diunggah oleh akun Instagram palembang siru. Video yang diunggah berdurasi 30 detik.

Berdasarkan video yang beredar, tampak terlihat sebuah mobil berwarna putih jungkir balik di sebuah tikungan yang ada di ruas Tol Palembang-Prabumulih.

Setelah jungkir balik, mobil berjenis LCGC ini tampak menabrak pembatas jalan yang berada di pinggir jalan, setelah itu baru terhenti.

Saat berhenti, kondisi mobil dalam keadaan roda mobil berada di atas. Tak lama kemudian, keluarkan empat orang laki-laki dari dalam mobil yang terbalik.

Dari rekaman video tersebut, tampaknya kondisi keempat penumpang ini dalam keadaan baik-baik saja. Terbukti, mereka semua mampu berjalan.

Saat melihat mobil yang terbalik, para remaja ini sebenarnya bergegas ingin memberikan pertolongan. Akan tetapi, lokasi mereka berdiri tidak bisa menuju lokasi kecelakaan.

Hal itu dikarenakan lokasi para remaja, diduga berada di jembatan yang berada di atas Jalan Tol ruas Palembang-Prabumulih. Akan tetapi mereka lega lantaran para penumpang selamat.

Menurut perekam video, awalnya mereka hanya iseng mengambil video untuk membuat konten suasana Jalan Tol ruas Palembang-Prabumulih dari atas jembatan.

Akan tetapi, betapa terkejutnya mereka ketika mendapati pemandangan yang sangat diluar prediksi mereka. Dimana, mereka merekam sebuah kecelakaan tunggal.

Para remaja ini juga menyebut, diduga kecelakaan tunggal ini disebabkan oleh ban mobil berwarna putih tersebut mengalami pecah ban sebelum jungkir balik.

Namun, ada pula warganet yang berspekulasi bahwa kecelakaan tunggal itu disebabkan oleh sang sopir yang tidak mampu mengendalikan kemudi saat menikung.

"Lawan dk katek (lawan tidak ada), jalanan tol mulus, teguling dwek (terguling sendiri). Brrti cuma 3 faktor. Supir, Mobil, atau Bawaan (beban) mobil," ujar netizen.

"Itu ngebut ditikungan, ban slip," timpal netizen lain.

"Terlalu cepet ditikungan terus mijak rem (terlalu cepat ditikungan lalu injak rem)," sambung yang lainnya.

"Kemungkinan faktor ban bisa terjadi," kata yang lainnya.

"Tikungan tajam dijalan tol sangat berbahaya. Saya pertama kali masuk tol lewat tikungan ini. Jika tidak tau didepan ada tikungan tajam bisa sangat fatal akibatnya dengan kecepatan tinggi mobil bisa kecelakaan. Karena kalau sudah masuk jalan tol kecepatan mobil di atas rata-rata," papar yang lain.

"Tikungan nk keluar tol Prabu dk sih...," tanya netizen.

"Hati-hati nikung kalo muatan banyak rawan limbung sebaiknya kurangin kecepatan untuk menghindari hal yang tidak diinginkan," kata netizen lain.

Sementara itu, hingga berita ini diturunkan, pihak ruas Tol Palembang-Prabumulih saat ini belum memberikan keterangan resminya, terkait kecelakaan tunggal tersebut. oganilirterkini.co.id

Artikel ini telah tayang di sumeks.co dengan judul : Sebuah Mobil Jungkir Balik di Jalan Tol Palembang-Prabumulih, Diduga Hilang Kendali Saat Nikung
Readmore → Mobil Jungkir Balik di Jalan Tol Palembang-Prabumulih, Diduga Hilang Kendali Saat Nikung