Home

Selasa, 12 Juli 2022

Potret Warga Miskin di Ogan Ilir, Sero Tinggal Sendirian di Gubuk Tengah Kebun

Sero saat ditemui kediamannya di Dusun III Desa Tebing Gerinting, Kecamatan Indralaya Selatan, Ogan Ilir pada Minggu (10/7/22) petang. (Sumber : tribunsumsel.com)

OGAN ILIR, - Namanya Sero, berusia sekitar 70 tahun dan hanya tinggal seorang diri di sebuah tempat tinggal sederhana di tengah perkebunan.

Sero merupakan salah satu gambaran warga miskin di Ogan Ilir yang kondisinya memprihatinkan.

Saat ditemui di kediamannya di Dusun III Desa Tebing Gerinting, Kecamatan Indralaya Selatan, Sero sedang mengurus kebun milik warga desa setempat.

Pemilik kebun tersebut juga merupakan pemilik lahan tempat Sero mendirikan gubuk.

Sero mengaku sudah belasan tahun tinggal di gubuk di tengah perkebunan tersebut.

"Karena tidak punya pekerjaan, jadi tinggal di atas lahan milik orang sudah 14 tahun," kata Sero, Minggu (10/7/22) petang.

Pria asli Cilacap, Jawa Tengah ini sebenarnya masih memiliki seorang saudara laki-laki dan seorang putra yang sama-sama tinggal di Palembang.

Namun kedua anggota keluarga tersebut sudah lama tak menjumpai Sero karena kesibukan mencari sesuap nasi.

Sero sendiri telah berpisah dengan istrinya sejak 50 tahun lalu atau saat dia masih muda.

"Anak saya umur 3 bulan, saya pisah dengan istri. Sekarang umur anak saya yang di Palembang itu sekitar 50 tahun," ungkapnya.

Untuk memenuhi kebutuhannya sehari-hari, Sero bekerja mengurus kebun dan mengonsumsi sayuran serta buah-buahan.

"Tidak ada upah-upahan. Saya mengandalkan hasil pertanian seperti singkong, pisang, kunyit, lengkuas untuk dijual," ujar Sero.

"Kalau makan sehari-hari ya makan sayur katuk. Kadang dikasih warga sekitar sini yang kasihan sama saya," ujarnya lagi.

Selama diwawancarai, dua kali Sero diantar makanan berupa nasi bungkus oleh warga yang tinggal tak jauh dari perkebunan.

Sero mengaku hanya bisa mendoakan kebaikan bagi orang-orang yang baik hati padanya.

Satu hal yang disyukuri Sero ialah kesehatan yang masih dimiliki saat usia senja.

"Alhamdulillah saya sekarang sehat, tidak ada penyakit. Inilah modal saya bekerja dan melanjutkan hidup," tuturnya.

Di usia sepuh, tak banyak yang diharapkan Sero, selain kesehatan yang terus terjaga hingga akhir hayat.

Pria yang menghabiskan masa kecil di Palembang ini sempat menunjukkan isi ruangan tempat tinggalnya itu.

Gubuk kayu berukuran panjang 3 dan lebar 2 meter itu hanya berisikan kasur dan peralatan makan yang berserakan.

Sambungan listrik dan instalasi air bersih merupakan harta benda "paling mewah" di rumah Sero.

"Listrik dan air disediakan pemilik lahan," kata Sero.

Satu lagi keinginan Sero yang dikemukakannya yakni ingin mencari pendamping hidup untuk menemani hari tuanya.

Sero ingin ada sosok wanita tempat dia menyandarkan kepala setelah seharian bekerja di kebun.

"Kalau ada duit, mau juga cari istri untuk bantu masak dan teman ngobrol. Tapi rasanya tidak mungkin, saya hanya bisa bersyukur dengan kondisi sekarang," ucap Sero seraya tersenyum. oganilirterkini.co.id

Tidak ada komentar:

Posting Komentar