Home

Sabtu, 13 Januari 2024

Seorang Petugas Pelipat Surat Suara di Ogan Ilir Jadi Korban Hipnotis, Pelaku Terekam CCTV

Korban hipnotis pria tak dikenal, LN, saat mengadukan nasibnya kepada petugas kepolisian yang berada di Kantor Bawaslu Kabupaten Ogan Ilir, Kamis, 11 Januari 2024. (Sumber : sumeks.co)

OGAN ILIR, - Dikutip dari situs sumeks.co , Nasib nahas dialami seorang wanita paruh baya, yang bertugas sebagai pelipat surat suara di Kabupaten Ogan Ilir.

Wanita yang mengalami nasib nahas tersebut berinisial LN, warga Komplek Persada Kelurahan Indralaya Indah Kecamatan Indralaya, Ogan Ilir.

Nasib nahas yang dialami wanita ini, lantaran diduga menjadi korban hipnotis oleh orang yang tidak dikenalnya, Kamis, 11 Januari 2024.

Peristiwa nahas itu dialami LN saat sedang berada di komplek perkantoran Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Ogan Ilir.

Kepada petugas kepolisian yang berada di Kantor Bawaslu Kabupaten Ogan Ilir, LN menceritakan peristiwa yang dialaminya.

Menurut LN, peristiwa nahas yang dialaminya tersebut terjadi sekitar pukul 09.30 WIB. Saat itu dirinya datang untuk melakukan pelipatan kertas suara milik KPU Kabupaten Ogan Ilir.

"Kan masih sepi suasana disana, semua petugas belum pada datang. Jadi, saya tunggulah disana," ucapnya.

Saat sedang menunggu tersebut, LN tiba-tiba didatangi oleh seorang pria yang tidak dikenalnya sama sekali. Pria tersebut mengaku datang dari Yogyakarta.

"Pria itu nanya alamat Ponpes Darussalam ke saya. Aku bingung Ponpes Darussalam dimana, saya tahunya Ponpes Raudhatul Ulum (RU)," paparnya.

Saat LN sedang berbincang dengan pria misterius tersebut, datang pula seorang laki-laki bernama Herman yang bekerja di Kejaksaan Negeri Ogan Ilir.

"Pak Herman ini tempat tinggalnya di Palemraya, dia kerja di Kejari Ogan Ilir. Pak Herman ini juga ikut kita ngobrol," akunya.

Pada obrolan tersebut, pria terduga penghipnotis ini mengaku sedang membutuhkan uang untuk berobat sang ayah.

Pelaku terduga penghipnotis ini juga mengaku membawa barang sakti. Dimana, barang sakti yang dimilikinya ini memiliki banyak kegunaan.

"Tapi orang ini tidak mau menunjukan apa barangnya. Orang ini cuma bilang ingin menitipkan barang tersebut di Ponpes Darussalam yang dia cari," jelasnya.

Pria ini juga mengaku, bahwa menitipkan barang sakti ke Ponpes Darussalam itu merupakan amanat kakeknya.

"Nah yang namanya Herman ini nawar Rp 85 juta. Terus aku diminta jadi saksi, tapi aku dak mau, aku takut," terang LN.

Saat obrolan semakin mengalir, pelaku hipnotis mengatakan, bahwa LN mengidap sebuah penyakit. Dimana, penyakit tersebut berasal dari guna-guna.

"Orang itu bilang saya ini diguna-guna, bisa muntah darah, bisa stroke, bisa mati. Terus dia ambil dari tangan ini keluar kawat dari mulutnya," katanya lagi.

Tak hanya dari tangan, pelaku hipnotis ini juga sempat memegang bahu dan paha LN untuk mengeluarkan barang-barang yang disebutnya sebagai guna-guna.

"Jadi aku berfikir, gimana ini, ngobrol di rumah aja, aku takut ngobrol dengan orang ramai. Dia bilang tidak apa, cuma 2 menit nanti dia bisa buangnya kawat itu. Jadi ibu percaya-percaya saja," jelasnya.

Pelaku sempat menanyakan aset dan harta tersembunyi apa saja yang dipunyai korban. Mulai dari uang di dompet, uang di ATM, emas, sertifikat rumah dan tanah.

"Ujung-ujungnya dia minta, ibu bisa tidak ambil uang di rumah. Aku bilang tidak bisa, karena kunci lemari ada di suami saya. Tapi disuruhnya untuk kasih alasan ke suami ada perlu segala macam," jelasnya lagi.

Awalnya pelaku meminta uang tersebut hanya untuk dilihat saja, tidak untuk diambil. Gunanya untuk didoakan uang itu agar korban cepat sehat.

"Supaya ibu sehat dan ambil penyakit tadi. Semakin banyak semakin bagus. Semakin banyak uang yang dikasih semakin cepat sembuh. Aku kasih duit di dompet Rp200 ribu tidak mau," katanya.

LN mengaku bingung setelah banyak diajak ngobrol oleh pelaku. Terbujuk dengan omongan pelaku, LN lantas diantarnya dengan motor ke rumahnya. Tidak sampai ke rumahnya, pelaku hanya mengantar di tengah jalan. Tepat di sebelah gedung sentra Gakkumdu Bawaslu Ogan Ilir. Kemudian LN jalan kaki hingga rumahnya.

"Jadi sampailah pulang ke rumah, minta sama bapaknya kunci untuk buka lemari. Untuk apa duit sebanyak itu, kata bapaknya. Awalnya ambil Rp5 juta, dicegah cuma Rp3 juta, masih tidak dibolehkan bapaknya, jadi hanya ambil Rp1 juta," sebut LN.

LN berdalih kepada suaminya bahwa uang tersebut untuk dipinjamkan ke temannya yang butuh uang sebentar, nanti dibalikan.

Lantas LN langsung ke tempat pelaku menunggu, masih di samping gedung sentra Gakkumdu Ogan Ilir. Uang senilai Rp1 juta ditambah didompet Rp200 ribu diserahkannya ke pelaku.

"Setelah dikasihkan uangnya, terus uangnya dijampi dan bacakan doa, kata dia suruh ibu wudhu dulu di masjid. Pas aku balik lagi, orangnya sudah tidak ada dua-duanya dan pergi membawa uang tadi," jawab LN lemas.

Aksi pelaku hipnotis ini terekam melalui kamera CCTV, yang berada di lokasi kejadian. oganilirterkini.co.id

Artikel ini telah tayang di sumeks.co dengan judul : Seorang Petugas Pelipat Surat Suara di Ogan Ilir Jadi Korban Hipnotis, Pelaku Terekam CCTV

Tidak ada komentar:

Posting Komentar