Home

Rabu, 27 Mei 2020

Ini Kronologi Awal Tenggelamnya Perahu Yang Menewaskan 4 Orang di Desa Tanjung Atap Ogan Ilir

Foto : Lokasi tenggelamnya perahu yang membawa 12 orang guru SMA Nurul Yaqin di Lebak Penesak Desa Tanjung Atap Kecamatan Tanjung Batu Ogan Ilir, Selasa (26/5/20). (tribunsumsel.com)

OGAN ILIR, - Petaka dialami sejumlah peziarah yang hendak ke Makam Said Umar Baginda Sari Tanjung Atap di Kabupaten Ogan Ilir.

Perahu peziarah mengalami kecelakaan di Lebak Penesak Desa Tanjung Atap Kecamatan Tanjung Batu Kabupaten Ogan Ilir.

Dari 12 rombongan Guru SMA Nurul Yaqin Tanjung Batu plus seorang jurumudi keteknya, 4 orang dinyatakan meninggal dunia.

Keempat yang meninggal dunia tersebut bernama Azan Purba (31), Wiwin Abdul Gani (30), Rofikoh (35) dan Deti Yustiana (25). Mereka terdiri dari 2 orang guru dan 2 orang staf Tata Usaha (TU) dari sekolah tersebut.

Menurut informasi dari lapangan, awalnya mereka hanya berempat yang pertama menaiki ketek yang dikemudikan Zainal (60). Kemudian tak jauh dari keberangkatan, mereka bertemu dengan delapan orang lainnya yang juga rekan sesama guru di SMA Nurul Yaqin.

"Saat itu pak Zainal (jurumudi ketek) sempat mencegah. Lebih baik tambah satu kapal lain, atau 2 kali ke sana", ujar Sekretaris Desa Tanjung Atap Barat, Anton.

Namun para penumpang menginginkan mereka berangkat sekaligus. Hingga akhirnya saat mesin ketek dihidupkan, kapal langsung oleng dan tenggelam diduga karena kelebihan penumpang.

Anton mengaku bersama pihak lain, ikut menanyai Zainal. Sebab, Zainal sampai berita ini ditulis tidak dapat ditemui karena kondisinya masih pemulihan.

Lokasi tempat tenggelamnya kapal itu sekitar 200 meter dari titik pertama keberangkatan. Titik tempat tenggelamnya, diduga merupakan tanah kerukan sedalam kurang lebih empat meter.

Sementara itu, Kades Tanjung Atap Firmansyah mengatakan, memang setiap tahun di Hari Raya Idul Fitri banyak peziarah yang pergi ke makam tersebut.

Namun karena wabah Covid-19 tahun ini, pihaknya mewajibkan agar setiap peziarah harus melapor sebelum pergi ke makam itu.

"Dari 2 bulan yang lalu melalui rapat Desa, kami menyampaikan pada masyarakat dan majelis taklim yang punya tradisi berziarah ke sana untuk izin dengan Kades. Kebetulan korban itu salah satunya warga kita sendiri. Saya ga tau mereka mau ke mana. Rupanya ke makam itu. Memang saat Lebaran, banyak yang sering ke sana", ujarnya.

Karena kejadian tersebut, pihaknya akan melakukan pengawasan lebih terhadap peziarah yang hendak ke sana. Sehingga, musibah seperti ini tidak terulang kembali.

"Barangkali kami akan menegaskan ke setiap RT, sosialisasi siapapun warga yang ke Tanjung Atap, siapapun yang ingin berziarah untuk melapor ke Kades untuk kita lakukan pengecekan. Mulai dari mengecek alat transportasi, yang akan digunakan untuk menuju tempat tersebut," jelasnya. (Sumber : tribunsumsel.com) @oganilirterkini

Link sumber :

Tidak ada komentar:

Posting Komentar