Home

Kamis, 18 Juni 2020

Perut Erna Makin Hari Makin Membesar, Warga Sri Dalam Tanjung Raja Ogan Ilir Butuh Bantuan

Foto : Kondisi Erna (49), Warga Sri Dalam Kecamatan Tanjung Raja Kabupaten Ogan Ilir yang perutnya kian hari kian membesar. (tribunsumsel.com)

OGAN ILIR, - Erna (49) hanya bisa duduk dan berdiri di tempat tidurnya. Warga Desa Seri Dalam Kecamatan Tanjung Raja Kabupaten Ogan Ilir ini tak bisa beraktivitas normal akibat penyakit yang ia derita.

Janda 3 anak ini mengalami pembesaran di bagian perutnya. Hal itu lah yang membuat ia tak bisa beraktivitas, termasuk mencari penghidupan.

Saat didatangi, ia mengaku kondisi tersebut dimulai sekitar 2 tahun yang lalu. Namun saat itu, perutnya belum membesar.

"Mulai muntah darah, tapi perut mengempis. Terus seperti itu seminggu sekali", ujarnya saat dibincangi, Rabu (16/6/20).

Dan saat menjelang Ramadhan tahun 2020 ini, ia tak lagi muntah darah. Namun perutnya kian hari kian membesar.

"Kemarin berobat ke RS Ar Royan, dengan BPJS. Katanya maag kronis, disedot lah cairan dari perut ini, ada 17 botol mirip air tebu. Dan disuruh pulang untuk kontrol lagi Selasa ini", tuturnya.

Akibat kondisi tersebut, ia mengaku tak bisa bekerja menjual ikan seperti biasa, ditambah lagi ia telah ditinggal suaminya 4 tahun lalu.

Beruntung, untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari, masih ada tetangganya yang prihatin dengan kondisi Erna.

"Ada juga beberapa waktu lalu bantuan dari Dinas Sosial dan perangkat desa sini. Kami berharap ada bantuan untuk kami ini", tuturnya sembari meneteskan air mata.

Kondisi rumahnya pun cukup memprihatinkan.

Di rumah semi permanen itu, tinggal dirinya, ibu kandungnya Sarimah dan 3 anaknya yang masih bersekolah.

"Apalagi anak-anaknya ini masih sekolah. Yang paling tua masih SMA, dan 2 lainnya masih SD", tutur ibunya, Sarimah.

Sementara saat dikonfirmasi, Sekdes Sri Dalam Zulkarnain Berlian mengatakan pihaknya telah membuka dompet peduli untuk Erna, beberapa waktu lalu.

Dan saat itu, cukup banyak yang bersimpati dengan Erna dan memberikan bantuan.

"Tapi makin hari, keluarganya juga bergerak membuka dompet amal. Maka dari itu, kami tutup dompet amal kemarin karena takut orang berpikir negatif terhadap kita", ujarnya.

Namun sebagai perangkat desa, pihaknya terus mengawal perkembangan bagi warganya yang terkena penyakit tersebut.

Mulai dari saat berobat, sampai jika ada orang yang membutuhkan bantuannya untuk menghubungi keluarganya.

"Itu kewajiban kami, kami siap memfasilitasi. Bahkan kami juga menyiapkan anggaran untuk saat darurat, misal jika keluarganya mendadak membutuhkan biaya sementara uluran tangan dari pihak luar terputus", jelasnya. (Sumber : tribunsumsel.com) @oganilirterkini

Link sumber :

Tidak ada komentar:

Posting Komentar