Home

Kamis, 26 November 2020

Diduga 15 Orang Oknum ASN Diperiksa KPK Soal Proyek Jalan

OGAN ILIR, - Kabupaten Ogan Ilir mendadak geger, pasalnya sedikitnya dalam 2 hari Selasa dan Rabu (24-25 November) ada 15 orang yang diduga dari Dinas PUPR Ogan Ilir diperiksa secara marathon oleh anggota KPK RI. Pemeriksaan dilakukan di Ruang Reskrim/Pidum Mapolres Ogan Ilir.

Pemeriksaan diduga dilakukan kepada oknum ASN seperti oknum mantan Kepala Dinas, oknum mantan Kabid, oknum bendahara. Sedikitnya lebih dari 10 orang petugas KPK berada di Mapolres OI, ruangan Pidum/Reskrim Mapolres OI ditutup rapat, hanya yang dipanggil yang bisa masuk ke dalam ruangan tersebut.

Pada Selasa (24/11/20) pukul 14.00-17.00 WIB pemeriksaan dilakukan kepada 7 orang yang diduga ASN, sementara hari kedua Rabu diperiksa sebanyak 8 orang pemeriksaan dilaksanakan mulai pukul 09.00-17.30 WIB.

Diduga petugas KPK tersebut melakukan pemeriksaan terkait proyek jalan lanjutan di Desa Pelabuhan Dalam Pemulutan-Inderalaya tahun 2018 senilai lebih dari Rp.17 miliar dan proyek jalan di Desa Tanjung Miring, Kecamatan Muara Kuang senilai Rp.12 miliar lebih.

Informasinya ada 7 orang penyidik yang memeriksa dan memintai keterangan dari oknum tersebut. Entah berapa pertanyaan yang dilontarkan namun yang jelas pertanyaan seputar kedua proyek jalan yang dikerjakan tahun 2018.

Saat waktu sholat dan istirahat makan siang, petugas menghentikan pemeriksaanya. Tersiar kabar petugas KPK tersebut sampai Hari, Sabtu (28/11/20) akan melakukan pemeriksaan terkait hal tersebut di Mapolres OI.

Sekretaris PUPR OI Ruslan membenarkan jika ada oknum ASN yang diperiksa dan dimintai keterangan oleh petugas KPK di Mapolres OI.

"Ya memang benar ada yang diperiksa, sebenarnya saya juga terkejut ya gegerlah. Sebelum mereka memeriksa oknum ASN untuk dimintai keterangan di Mapolres OI, terlebih dahulu mengirimkan surat pemberitahuan. Namun surat tersebut diterima oleh Kadin PUPR, jadi saya tidak tahu apa isi jelasnya," ujar Ruslan via sambungan seluler.

Disinggung soal berapa jumlah orang yang dimintai keterangan dan isi dari materi pemeriksaan Ruslan mengaku juga tidak mengetahuinya. "Ya tidak tahu kalau berapa yang dipanggil untuk dimintai keterangan, apa isi pemeriksaan tambah saya tidak tahu," tegasnya.

Wakapolres Ogan Ilir Kompol Yuskar mengatakan tidak mengetahui soal adanya pemeriksaan yang dilakukan petugas KPK RI, "Saya ini lagi mengawal kegiatan debat publik pilkada di Hotel Santika Premier, jadi saya tidak tahu kalau ada petugas KPK RI di Mapolres OI," jelasnya. @oganilirterkini

Tidak ada komentar:

Posting Komentar