Home

Kamis, 27 Mei 2021

Video Viral Kerumunan di Ogan Ilir, Mendagri Diminta Tegur Bupati dan Gubernur

OGAN ILIR, - Di tengah masa pandemi Covid-19 yang terus meningkat di Provinsi Sumatra Selatan (Sumsel), tingkat kesadaran masyarakat untuk mematuhi aturan pencegahan penyebaran virus corona masih rendah.

Salah satu contohnya adalah video viral di media sosial yang di duga sebuah acara pernikahan di desa Bangun Jaya Kecamatan Tanjung Kabupaten Ogan Ilir pada Sabtu (22/5/21) lalu.

Dalam video tersebut terlihat kerumunan masa dan perkelahian masal dalam acara tersebut dengan tidak menerapkan protokol kesehatan.

Nampak warga berkerumun tanpa menggunakan masker. Hal ini tentu sangat berbahaya di tengah tingginya tingkat penyebaran Covid-19 di Sumsel yang masuk menjadi provinsi dengan tingkat penyebaran tertinggi di Indonesia.

Menanggapi hal ini Harda Belly Ketua Pengurus Wilayah Pemuda Muslimin Indonesia (Pemuda Muslim) Sumsel mengatakan, seharusnya aparat keamanan setempat lebih ketat menjaga agar hal seperti ini tidak terus terjadi.

"Aparat keamanan harusnya lebih sigap agar hal ini tidak terus terjadi apalagi Sumsel masuk daerah merah yang perlu penanganan darurat. Bupati Ogan Ilir hingga Gubernur Sumsel Herman Deru harus bertanggung jawab jangan lepas tangan begitu saja. Jika tidak mampu menangani hal ini dengan tegas dan serius lebih baik mengundurkan diri saja," ujar Harda, Selasa (25/5/21).

Menurut Harda, Ogan Ilir selama ini terkenal sebagai kota santri sehingga kejadian seperti ini sangat memalukan. Bupati Ogan Ilir dan Gubernur Sumsel harus diberi peringatan keras oleh Mendagri Tito Karnavian.

"Panca Wijaya dan Herman Deru harus di beri teguran keras oleh Mendagri. Kritik deras yang mengalir dari berbagai pihak yang menyoroti penanganan Covid tak juga membuat pemda berbuat lebih maximal untuk meredam pandemi malah yang ada menyarankan masyarakat menyiasati aturan mudik seperti yang di lakukan Wakil Gubernur Sumsel Mawardi Yahya beberapa waktu lalu. Ini apa-apaan pandemi di tangani dengan manajemen warteg, tanpa komando sama sekali," tegas Harda.

Seperti di ketahui, Ketua Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Doni Monardo mewanti-wanti Pemprov Sumatera Selatan serta warganya karena memiliki kenaikan angka kematian kasus Covid-19. @oganilirterkini

Tidak ada komentar:

Posting Komentar