Home

Jumat, 17 Juni 2022

Dampak PMK, Hewan Kurban di Ogan Ilir Sepi Peminat

Pedagang kurban di Bumi Caram Seguguk yang ikut terdampak PMK. (Sumber : palpres.com)

OGAN ILIR, - Meski Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) belum ditemukan di Kabupaten Ogan Ilir hingga saat ini, namun berdampak pada penjualan hewan kurban di Bumi Caram Seguguk.

Betapa tidak, penyakit ini menyebabkan penjualan hewan kurban menurun drastis. Selain faktor lain adalah dampak Covid-19. Meski telah melandai, akan tetapi ekonomi masyarakat belum terlalu stabil.

Menurut Dede, salah seorang penjual hewan kurban di Indralaya didepan Kantor Camat atau depan Taman Pemakaman Umum (TPU), penjualan hewan kurban pada tahun ini dirasakan merosot tajam dari tahun sebelumnya.

"Sudah hampir dua pekanlah saya jualan disini, sampai hari ini baru ada 9 ekor yang dipesan, namun belum ada serah terima (dibeli). Jumlah ini sangat jauh menurun dari tahun sebelumnya, kalau tahun sebelumnya kita bisa menjual 30 sampai 40 hewan kurban," tuturnya, Kamis (16/6/22).

Dikatakannya, tahun-tahun sebelumnya dirinya selalu menyiapkan hewan kurban sebanyak 40 hingga 50 ekor domba. Akan tetapi, untuk tahun ini dirinya hanya menyiapkan 30 ekor saja.

"Karena situasi dan kondisinya seperti ini, kita hanya menyiapkan 30 ekor domba serta 5 ekor sapi," ungkap pria yang sejak lima tahun lalu menekuni usaha ini.

Meski telah mengetahui adanya virus PMK, Dedek mengaku tak khawatir karena sebulan sebelumnya hewan kurban miliknya telah di suntik vaksin.

"Alhamdullah, sampai sejauh ini belum ada yang terkena atau terindikasi virus PMK," katanya.

Dedek mengaku hewan kurban miliknya, selalu dirawat dan diberi makan secukupnya agar terhindar dari bahaya maraknya virus PMK.

Adapun harga hewan kurban sendiri cukup bervariasi dari mulai harga Rp 3 hingga Rp 4 juta perekor, tergantung ukuran dan bobot hewan kurban.

"Naik Rp.500 ribu dari tahun sebelumnya. Tahun kemarin saya jual dengan harga Rp.2,5 Juta sampai Rp.3,5 juta," tukasnya. oganilirterkini.co.id

Tidak ada komentar:

Posting Komentar