Home

Minggu, 25 Januari 2026

Tuntut Hilangkan Bau Tak Sedap, Debu Serbuk Kayu, dan Dana CSR, Warga Ogan Ilir Geruduk PT SPF


OGAN ILIR, - Dikutip dari palpos.id , Puluhan warga Kabupaten Ogan Ilir yang bermukim di sekitar kawasan pabrik PT Sumatra Prima Fibreboard (SPF) menggelar aksi unjuk rasa pada Kamis 22 Januari 2026 sore.

Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk protes terhadap dampak operasional pabrik yang dinilai telah lama mengganggu kenyamanan dan kesehatan masyarakat sekitar.

Warga menuntut pihak perusahaan segera menghilangkan bau tak sedap serta debu serbuk kayu yang ditimbulkan dari proses pengolahan di pabrik tersebut.

Menurut warga, bau menyengat dan debu halus kerap terasa hingga ke pemukiman, terutama pada waktu-waktu tertentu, sehingga mengganggu aktivitas sehari-hari.

Selain persoalan lingkungan, massa aksi juga menyoroti minimnya realisasi program Corporate Social Responsibility (CSR) dari PT SPF.

Warga menilai keberadaan perusahaan selama ini belum memberikan dampak positif yang signifikan bagi masyarakat sekitar, baik dari sisi sosial maupun ekonomi.

Aksi unjuk rasa berlangsung di depan gerbang PT SPF dan berjalan tertib dengan pengawalan aparat keamanan. Kamis, 22 Januari 2026.

Dalam pelaksanaannya, warga tidak bergerak sendiri, melainkan didampingi oleh Lembaga Swadaya Masyarakat Perkumpulan Gerakan Kebangsaan (PGK) Kabupaten Ogan Ilir sebagai pendamping dan juru bicara aspirasi masyarakat.

Ketua DPD PGK Ogan Ilir, Dwi, menyampaikan bahwa tuntutan utama warga adalah agar perusahaan segera mengambil langkah nyata untuk menghilangkan debu serbuk kayu dan bau menyengat yang telah dirasakan sejak lama.

Ia menyebut kondisi tersebut sudah berlangsung sejak sekitar tahun 2003 atau lebih dari dua dekade, namun keluhan warga selama ini belum mendapatkan perhatian serius.

“Hari ini kami diterima dan telah menandatangani nota kesepahaman awal. Harapan kami, setelah aksi ini ada tindakan nyata dari pihak perusahaan, terutama dalam mengatasi bau dan debu yang sangat mengganggu,” ujar Dwi di hadapan awak media.

Dwi juga menambahkan, meski belum ada laporan korban jiwa, dampak kesehatan mulai dirasakan oleh warga.

Beberapa warga mengeluhkan sesak napas akibat bau menyengat, serta gangguan kesehatan kulit seperti gatal-gatal yang diduga dipicu oleh debu kayu dari aktivitas pabrik.

Terkait CSR, Dwi mengungkapkan bahwa sebelumnya PT SPF sempat menjalankan program bantuan paket sembako bertajuk “SPF Peduli”.

Namun, sejak 2019 program tersebut dihentikan dan hingga kini belum ada program pengganti yang dirasakan manfaatnya oleh warga.

“Kami berharap PT SPF benar-benar hadir dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat sekitar,” tegasnya.

Ia juga menegaskan bahwa warga akan kembali menggelar pertemuan lanjutan pada Jumat pekan depan.

Apabila tuntutan tidak ditindaklanjuti, aksi akan diperluas dengan melibatkan warga dari desa dan kelurahan sekitar, seperti Desa Pulau Semambu, Palem Raya, dan Kelurahan Timbangan.

Sementara itu, Manajer Safety, Health, and Environment (SHE) PT SPF, Agung Laksana, menyatakan pihak manajemen telah menemui massa aksi dan melakukan dialog terbuka.

Ia menyebut telah disepakati akan ada pertemuan lanjutan dengan manajemen PT SPF dari kantor pusat di Jakarta untuk membahas tuntutan warga, termasuk persoalan debu, bau, dan dana CSR.

“Semua tuntutan masyarakat akan kami bahas bersama. Nantinya juga akan ada penjelasan teknis terkait apa saja yang sudah dan akan dilakukan perusahaan. Pertemuan lanjutan dijadwalkan pada minggu depan,” jelas Agung.

Agung mengakui bahwa sebagai industri pengolahan kayu, debu merupakan hal yang tidak bisa sepenuhnya dihilangkan.

Namun demikian, ia menegaskan perusahaan terbuka untuk berdiskusi dan mencari solusi terbaik agar dampak operasional dapat diminimalkan dan diterima oleh masyarakat.

“Mudah-mudahan setelah diskusi dengan manajemen pusat, ada jalan keluar yang disepakati bersama,” pungkasnya.

Sebagai informasi, PT Sumatra Prima Fibreboard merupakan salah satu produsen Medium Density Fibreboard (MDF) terbesar di Indonesia, termasuk produk MDF berlapis melamin dengan berbagai ketebalan yang dipasarkan ke dalam dan luar negeri. oganilirterkini.co.id

Artikel ini telah tayang di palpos.id dengan judul : Tuntut Hilangkan Bau Tak Sedap, Debu Serbuk Kayu, dan Dana CSR, Warga Ogan Ilir Geruduk PT SPF

Tidak ada komentar:

Posting Komentar