Home

Sabtu, 14 Februari 2026

Bukan Rebutan Cowok, Ternyata Ini Permasalahan 2 Remaja Putri di Ogan Ilir yang Terlibat Penganiayaan

Suasana perdamaian di MAN 1 Ogan Ilir, pasca viralnya video dua remaja putri yang terlibat penganiayaan di media sosial. (Sumber : sumeks.co)

OGAN ILIR, - Dikutip dari sumeks.co , Peristiwa penganiayaan yang melibatkan dua remaja putri di Kabupaten Ogan Ilir, ternyata tidak ada kaitannya dengan perebutan cowok.

Berdasarkan informasi yang didapat dari pihak SMK Negeri 1 Indralaya Selatan, bahwa peristiwa penganiayaan itu berawal dari kesalahpahaman diantara kedua remaja putri tersebut.

"Bukan karena rebutan cowok, tapi masalah omongan saja," ujar salah seorang guru SMKN 1 Indralaya Selatan, Kamis, 11 Februari 2026.

Sebagai informasi, bahwa remaja putri yang mengenakan seragam batik dan menjadi korban pemukulan remaja putri berbaju hitam itu, merupakan siswi SMKN 1 Indralaya Selatan.

Sedangkan, remaja putri yang mengenakan kaos hitam dan melakukan pemukulan serta tendangan di video tersebut, merupakan siswi MAN 1 Ogan Ilir di Desa Sakatiga.

Sementara itu, seorang remaja putra yang terdapat dalam video tersebut merupakan kekasih dari remaja putri yang berbaju hitam, serta teman sekelas remaja putri yang jadi korban penganiayaan.

"Cowok yang ada di dalam video itu adalah teman sekelas cewek yang dianiaya. Cowok itu pacarnya cewek yang baju hitam," terangnya.

Menurut guru tersebut, permasalahan diantara kedua remaja itu berawal dari ucapan yang disampaikan siswi SMKN 1 Indralaya Selatan kepada sang cowok, terkait pacarnya.

Ternyata, ucapan siswi SMKN 1 Indralaya Selatan tersebut disampaikan sang cowok kepada pacarnya yang merupakan siswi MAN 1 Ogan Ilir. 

"Ada omongan dari siswi kami yang membuat siswi MAN 1 Ogan Ilir itu tersinggung, lalu mereka ribut di whatsapp dan janjian untuk ketemuan. Lalu, terjadilah peristiwa viral itu," tuturnya.

Usai video penganiayaan itu viral di media sosial. Pihaknya langsung melakukan pertemuan dengan pihak MAN 1 Ogan Ilir, untuk mendamaikan siswanya.

"Tadi kita sudah ke MAN 1 Ogan Ilir, untuk menyelesaikan permasalahan kedua siswi tersebut. Tapi memang belum ada kesepakatan," ungkapnya.

Akan tetapi, ditambahkannya, kedua belah pihak sudah sepakat untuk menyelesaikan permasalahan ini secara kekeluargaan saja.

Hal yang sama juga disampaikan Kepala MAN 1 Ogan Ilir, Rusmala Dewi, yang menyebut bahwa persoalan sudah diselesaikan.

"Sudah diselesaikan secara kekeluargaan," kata Rusmala Dewi via telepon.

Namun ia tak menjelaskan secara detail bagaimana proses penyelesaian permasalahan tersebut. oganilirterkini.co.id

Artikel ini telah tayang di sumeks.co dengan judul : Bukan Rebutan Cowok, Ternyata Ini Dia Permasalahan 2 Remaja Putri di Ogan Ilir yang Terlibat Penganiayaan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar