Home

Kamis, 24 September 2026

Pemkab Ogan Ilir Dinilai Gagal Tangani Karhutla hingga Tembus 1.000 Hektare, Mahasiswa Gelar Demo

Puluhan mahasiswa menggelar aksi di kantor Pemkab Ogan Ilir, Rabu (23/9/2026) siang. Mahasiswa menilai Pemkab Ogan Ilir di bawah kepemimpinan Panca gagal menanggulangi Karhutla. (Sumber : tribunsumsel.com)

OGAN ILIR, - Dikutip dari tribunsumsel.com , Mahasiswa menilai Pemkab Ogan Ilir, Sumatera Selatan gagal menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda daerah tersebut.

Pernyataan itu disampaikan puluhan mahasiswa saat menggelar aksi demo di kantor Pemkab Ogan Ilir di Indralaya.

"Kita sama-sama tahu bahwa tahun ini kemarau, ada El Nino. Tapi bagaimana pencegahannya? Kabut asap masih sangat pekat. Hari ini kami nyatakan gagalnya pemerintah di Ogan Ilir untuk menanggulangi persoalan karhutla," kata orator massa, Dimas Satrio, Rabu (23/9/2026) siang.

Ia menilai Pemkab Ogan Ilir tak belajar dari peristiwa karhutla di tahun-tahun sebelumnya.

"Bukan kali ini terjadi karhutla di Ogan Ilir, tapi sudah bertahun-tahun. Dari periode sebelumnya, bupati menghadapi persoalan ini. Apakah mereka (pemangku kepentingan) tidak belajar bagaimana menanggulangi (karhutla) ini dengan benar? Tidak ada langkah konkret dari Pemkab Ogan Ilir," kata Dimas yang menjabat Presiden FISIP Unsri ini.

Sebelumnya, Pemkab Ogan Ilir menegaskan, penanggulangan karhutla telah berjalan optimal.

Sejauh ini luasan lahan terbakar di Ogan Ilir mencapai lebih dari 1.000 hektare dan lebih dari 340 kali terjadi karhutla.

Untuk semakin mengoptimalkan penanggulangan karhutla, Pemkab Ogan Ilir mendapat kucuran dana Bantuan Presiden (Banpres) sebesar Rp 15 miliar.

Dana Banpres tersebut digunakan guna menunjang kinerja petugas gabungan di lapangan dan mendukung peralatan serta perlengkapan karhutla.

Alokasi Banpres juga untuk meningkatkan kapasitas peralatan dan perlengkapan BPBD.

Kemudian untuk Dinas Kesehatan dan Dinas Sosial dalam rangka pelayanan kesehatan dan penyaluran bansos bagi masyarakat terdampak karhutla.

Personel gabungan TNI, Polri, BPBD, Dinas Perhubungan, dan Satpol PP akan mendapatkan uang lelah.

"Sudah saya buatkan SK (Surat Keputusan). Jadi ada petugas dari Dishub dan Satpol PP untuk menunjang kinerja personel BPBD Ogan Ilir. Semuanya (uang lelah untuk tim gabungan) itu dibagi per jam kerja, bukan per hari. Karena shift (petugas pemadaman) sampai malam hari, dini hari, sampai pagi. Uang lelahnya itu Rp150 ribu per shift," jelas Bupati Ogan Ilir, Panca Wijaya Akbar.

Ditargetkan adanya Banpres tersebut dapat mengangkat moril dan semakin memotivasi tim gabungan penanggulangan karhutla untuk terus bekerja maksimal.

"Sosialisasi pencegahan karhutla juga terus digencarkan. Kita menyampaikan ke masyarakat terkait hal itu," ucap Panca. oganilirterkini.co.id

Artikel ini telah tayang di tribunsumsel.com dengan judul : Pemkab Ogan Ilir Dinilai Gagal Tangani Karhutla hingga Tembus 1.000 Hektare, Mahasiswa Gelar Demo

Tidak ada komentar:

Posting Komentar