Home

Jumat, 10 Juli 2020

Pembangunan Sumur Bor Diduga Asal Jadi, Air Lengket, Kekuningan dan Berbau, Warga Mengeluh


OGAN ILIR, - Belasan warga Dusun 1 Desa Payakabung Kecamatan Inderalaya Utara Kabupaten Ogan Ilir mengeluh, pasalnya air sumur bor hanya bisa digunakan untuk kegiatan mandi cuci kakus (MCK), bahkan pembangunan sumur bor yang belum 1 tahun tersebut dari dana desa tahun anggaran 2019 dengan nilai Rp.151 juta diduga asal jadi.

Keluhan warga air sumur bor tersebut tidak bisa dikonsumsi seperti untuk memasak atau minum dikarenakan berbau, berwana kuning, dan berminyak diakibatkan penyaringnya sudah rusak.

Tidak sampai di situ saja, bangunan menara air bersih terlihat jelas pletnya sudah miring dan bagian pinggir dari cor betonnya mulai grepes yang terkesan asal jadi.

Warga setempat, Eni, sangat mengeluhkan air dari sumur bor yang sudah berbau, berwarna kuning seperti karat dan berminyak.

"Kami sudah tidak memakai air sumur bor lagi untuk konsumsi karena sudah berbau, berwarna kuning dan berminyak dikarenakan penyaring sudah rusak, kami hanya gunakan untuk mandi dan cuci baju saja, kalau untuk masak dan minum kami gunakan air sumur. Dulu paling 2 bulan airnya sempat bagus, karena penyaringannya sudah rusak jadi air tidak bagus lagi", katanya.

Selain itu juga ia pun tiap bulan harus membayar tagihan air sumur bor yang dibangun dari dana desa ini sebesar Rp.50 ribu.

"Tiap bulan saya harus membayar uang Rp.50 ribu karena ada orang yang bagian penagih, alasannya uang tersebut untuk kas Desa, tapi entahlah masuk kas Desa atau tidak itu silahkan ke pejabat di Desa. Sedangkan di sini ada 15 rumah yang disalurkan air dari sumur bor dan tarifnya berbeda-beda sesuai penggunaan meteran air. Ya karena air kita gunakan saya bayarlah", jelasnya.

Saat ditanya soal bagian menara air bersih yang pletnya miring dan bagian bangunan mulai sudah roges, ia pun tidak mengetahui hal tersebut.

"Kalau soal itu saya tidak tahu kenapa pletnya miring dan bagian bangunan sudah mulai grepes coba tanyakan langsung aja dengan Pak Kades", jelasnya.

Kepala Desa Payakabung melalui Sekdes Payakabung Merisubandi membenarkan jika air sumur bor tersebut mengalami kekeruhan dikarenakan faktor air di Kecamatan Indralaya Utara memang tidak bagus jika dikonsumsi sebagai air minum dan memasak.

"Memang benar bahwa air sumur bor di Desa Payakabung saat ini keruh dikarenakan faktor kualitas air khususnya di Kecamatan Indralaya Utara memang kurang bagus, selain itu juga air sumur bor tersebut bukanlah untuk dikonsumsi tapi untuk mandi dan cuci pakaian", katanya.

Ia menambahkan, ada empat titik air sumur bor dibuat oleh kepala Desa di dusun I, II, III dan IV dan ada pemungutan biaya seperti PDAM.

"Untuk Desa Payakabung ini ada empat titik dipasangkan sumur bor dan memang benar kita melakukan pengutan biaya dalam penggunaan air sumur bor seperti PDAM dan uang tersebut akan masuk ke kas Desa", jelasnya.

Saat disinggung apakah pihak Pemerintah Desa akan melakukan penanggulan terkait air sumur bor kualitasnya masih dinilai kurang, pihaknya hanya menanggapi biasa-biasa saja dikarenakan sumur bor tersebut memang belum maksimal.

"Biasa saja itu, memang sumur bor kita bangun masih kurang maksimal, dan juga kita melakukan pembersihan tabung penampung air sumur yang di atas itu hanya dilakukan satu bulan sekali dan itu memakai biaya sebesar Rp.250 ribu coba bayangkan kami kan ada 4 tower berapa uang yang harus di keluarkan. Bahkan kita rencananya mau nambah satu lagi PAM sumur bor ini, namun adanya Covid-19 terpaksa kita tunda dahulu, selain itu juga seluruh warga saat ini merasakan aliran dari air sumur bor yang dibuat ini", jelas Sekdes. (Sumber : beritapagi.co.id) @oganilirterkini

Link sumber :

Tidak ada komentar:

Posting Komentar