Home

Rabu, 22 Juli 2020

Pemkab Ogan Ilir Tidak Peka, Ini Yang dilakukan Para Pelajar dan Mahasiswa


OGAN ILIR, - Pemkab Ogan Ilir dinilai tidak peka dan tak kunjung memberi bantuan dana untuk meringankan beban pelajar dan mahasiswa asli Ogan Ilir yang terdampak Covid-19.

Dan para pelajar dan mahasiswa Ogan Ilir hingga kini terus mengingatkan Pemkab Ogan Ilir tentang pentingnya membangun pendidikan, lewat berbagai aksi dan gerakan secara bersama-sama.

Ikatan Keluarga Pelajar Ogan ilir (IKPM OI) turut berperan sebagai kontrol sosial Pemkab Ogan Ilir, terhadap berbagai permasalahan yang muncul selama pandemi Covid-19.

Ketua IKPM Ogan Ilir, Robbyanto mengatakan, dirinya sangat mengapresiasi berbagai gerakan dari pelajar dan mahasiswa yang telah berani menyampaikan aspirasinya.

"IKPM Ogan Ilir siap merapatkan Barisan bersama FORSUMA Ogan ilir dalam memperjuangkan mendesak Pemkab Ogan Ilir untuk membantu meringankan biaya Kuliah para mahasiswa asli Ogan Ilir", tegas Robbyanto.

Menurut dia, Pemerintah Provinsi Sumsel saja, secara sponton langsung mengambil kebijakan dengan memberikan bantuan anggaran sebesar Rp.10 Milyar lebih.

"Bantuan itu diberikan dalam rangka membantu biaya kuliah kepada Mahasiswa Sumsel, tentu bantuan ini sangat bermanfaat bagi mahasiswa apalagi di tengah pandemi Covid-19. Meski belum cukup maksimal, karena kuota dan jumlah besarannya sangat terbatas", jelas dia.

Seharusnya, tegas Robbyanto, untuk menopang kebijakan Pemprov membantu meringankan beban biaya kuliah tersebut, Pemkab Ogan Ilir lebih peka dan segera memberikan bantuan keringanan biaya kuliah.

"Beberapa Pemerintah Kabupaten/Kota di Sumsel yang perduli dengan keringanan biaya pendidikan seperti Kabupaten Musi Rawas Utara, Musi Banyuasin dan Kabupaten Pali sangat peduli dengan dunia pendidikan. Sayangnya Kabupaten Ogan Ilir berbeda, ini yang kami pertanyakan", kata dia.

Dia menambahkan, berbagai cara telah dilakukan oleh para aktivis mahasiswa di Ogan Ilir untuk memperjuangkan bantuan tersebut. Namun, hingga kini belum juga mendapat respon positif.

"Tinggal kita menunggu jawaban dari Pemkab Ogan Ilir, khususnya Bapak Bupati Ogan Ilir. Apakah masih ada harapan atau hanya sebatas kemustahilan yang tidak di ijabah. Mulai dari hari ini, kita juga turut berperan sebagai mitra kritik Pemerintah Ogan Ilir, untuk selalu mengingatkan pemerintah", tegas dia.

Dia menyatakan, kedepan pihaknya bersama seluruh organisai mahasiswa, OKP, dan Ormas di Ogan Ilir akan berkonsolidasi untuk berhimpun dalam satu wadah dalam rangka menyatukan frekuensi dalam satu tujuan utama. Yakni membangun Kabupaten Ogan Ilir menjadi lebih baik lagi, terutama membangun dunia pendidikan. (Sumber : intens.news) @oganilirterkini

Link sumber :

Tidak ada komentar:

Posting Komentar