Home

Minggu, 11 April 2021

Kasus Pria Tewas Dibunuh di Seri Kembang Ogan Ilir Jadi Viral, Kades Ungkap Fakta Keseharian Korban

OGAN ILIR, - Peristiwa pembunuhan yang menimpa seorang pria ditemukan tewas di Seri Kembang Ogan Ilir pada Jumat (9/4/21) lalu, kini sedang dalam penyelidikan pihak kepolisian.

Setelah beredar berbagai kabar dugaan kematian korban yang menyebar di media sosial, perangkat desa tempat domisili korban akhirnya angkat bicara.

Kepala Desa Tanjung Lalang, Jumaadin membenarkan bahwa korban bernama Putra, usia 30 tahun merupakan warga Desa Tanjung Lalang Kecamatan Payaraman.

Menurut Jumaadin, korban semasa hidup dikenal sangat meresahkan dengan perbuatannya yang kerap berselingkuh.

"Si korban bernama Putra ini sering meresahkan warga Desa Tanjung Lalang. Dia suka selingkuh," kata Jumaadin saat ditemui di Mapolsek Tanjung Batu yang juga membawahi wilayah hukum Kecamatan Payaraman, Sabtu (10/4/21).

Menurut Jumaadin, korban merupakan warga pendatang yang telah menetap di Tanjung Lalang sejak empat tahun lalu.

Namun Jumaadin mengaku tak tahu asal korban dari mana, karena tak pernah bersosialisasi apalagi berkomunikasi dengan yang bersangkutan.

Jumaadin menyebut, sebelum kasus perselingkuhan yang berujung maut saat ini, korban pernah berselingkuh dengan istri orang hingga berujung perceraian.

"Dia (Putra) pernah selingkuh dengan istri warga desa kami. Tapi ketika itu, kami tidak ada bukti dan saksi yang meyakinkan. Setelah pasangan ini bercerai, si istri baru ngaku kalau dia memang menjalin asmara dengan Putra ini," ungkap Jumaadin.

Setelah perselingkuhan tersebut terkuak, kata Jumaadin, Putra menjadi buah bibir, bahkan musuh bagi masyarakat Desa Tanjung Lalang.

Perbuatan menjalin asmara dengan wanita lain pun masih dilakukan oleh Putra yang telah beristri dan memiliki seorang anak ini.

Pada Kamis (8/4/21) lalu, korban diketahui menjalin asmara dengan adik iparnya sendiri berinisial UP (20th). UP merupakan adik dari AW (28th) yang merupakan istri korban.

Beberapa orang warga desa pun lalu membuntuti korban dan UP yang berboncengan sepeda motor itu.

Hingga pada Jumat (9/4/21) petang, korban dibunuh oleh beberapa orang warga dengan menggunakan senjata tajam dan ditemukan tewas bersimbah darah di perkebunan pinggir Desa Seri Kembang yang juga masuk wilayah Kecamatan Payaraman.

Mengenai kronologi pembunuhan ini, Jumaadin mengaku tidak tahu jika korban dihabisi warga yang emosi.

"Saya tidak tahu kronologi sampai korban tewas. Yang jelas, saya sebagai Kepala Desa tidak mendukung perbuatan menghilangkan nyawa orang, namun fakta bahwa korban meresahkan masyarakat dengan perbuatannya itu, memang benar adanya," ungkap Jumaadin. @oganilirterkini

Tidak ada komentar:

Posting Komentar