Home

Rabu, 26 Mei 2021

Jembatan SP II Indralaya Utara Yang Ambruk Beberapa Lalu, Kini Selesai Diperbaiki

OGAN ILIR, - Jembatan yang berada di Desa Sei Rambutan SP II Indralaya Utara Ogan Ilir yang runtuh akibat dilalui kendaraan bermuatan alat berat beberapa waktu lalu, kini sudah diperbaiki dan dapat dipergunakan kembali.

Demikian kata Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transimigrasi Ogan Ilir, Edi Demang Jaya saat meninjau ke lokasi bangunan jembatan yang menjadi penghubung antar desa di Kawasan Transimigrasi KTM Rambutan tersebut, Senin (24/5/21).

Dan lanjutnya, seperti diketahui jembatan tersebut selain sebagai akses satu satunya penghubung transpotasi darat, juga berfungsi sebagai urat nadi perekonomian masyarakat karena digunakan untuk mengangkut hasil produksi pertanian dan perkebunan mereka.

"Pasca runtuhnya jembatan hingga selasai masa perbaikan, masyarakat disana menggunakan jembatan darurat dan perahu karet sebagai upaya agar aktifitas transportasi dan perekonomian disana tetap berjalan sebagai solusi sementara hingga selesainya pembangunan jembatan," terangnya.

Terkait pembangunan jembatan darurat dan pengadaan perahu untuk penyeberangan. Hal  tersebut, atas hasil koordinasi pihak Dinaskentras bersama Dinas PUPR dan BNPB.

Sedangkan perbaikan atau pembangunan kembali jembatan, kata Edi Demang, sepenuhnya menjadi tanggung jawab pemilik alat berat dan armada pengangkut bersama pihak pengguna alat atau pemilik lahan yang akan menggunakan alat berat tersebut, atas hasil negosiasi Pemerintah Desa Sei Rambutan dan Kecamatan Indralaya Utara.

"Dan alhamdulillah, menurut hasil pengamatan kami, bangunan jembatan yang dibangun sekitar 15 hari oleh pihak tersebut secara spesifikasi, cukup baik," cetus Edi.

Dari tiang jembatan hingga penahan semuanya dari bahan pipa besi persis seperti bangunan pada awalnya. Termasuk lantai jembatan dari plat besi serta pengaman kiri kanan jembatan, dikembalikan kebentuk dan bahan semula.

Hanya saja, bangunan sekarang sedikit landai dibanding sebelumnya, hal tersebut menurut keterangan yang diperoleh, atas saran masyarakat disana dengan pertimbangan agar lebih enak digunakan, tidak terlalu curam.

"Masyarakat silahkan mengusahakan perkebunannya, namun terkait akses penggunaan jembatan mohon diperhatikan beban kendaraan yang melaluinya, jangan sampai melebihi kapasitas tonase tahanan beban," harapnya.

Sebagai langkah antisipasi, di muara jembatan dengan panjang sekitar 24 meter dan lebar 6 meter tersebut akan dipasang peringatan batas beban kendaraan. @oganilirterkini

Tidak ada komentar:

Posting Komentar