Home

Minggu, 05 Juni 2022

Proyek Pelebaran Jalan Nasional di Depan Kampus Unsri Indralaya Rugikan Pelaku UMKM

Pekerja sedang mengerjakan proyek pelebaran jalan di depan Kampus Unsri Indralaya, Jumat (3/6/22). (Sumber : palpos.id)

OGAN ILIR, - Proyek pelebaran jalan sepanjang 167 meter, dengan lebar 3,5 meter di depan Kampus Universitas Sriwijaya (Unsri) Indralaya, dikeluhkan warga. Utamanya para pelaku UMKM disekitar proyek tersebut.

Hal itu lantaran proyek menutupi toko dan usaha milik mereka. Apalagi pengerjaan proyek belakangan sempat terhenti.

Salah seorang pelaku usaha jasa Bengkel, Ira Silalahi, mengaku sangat-sangat dirugikan dengan adanya proyek tersebut. Karena pendapatan yang tidak sesuai dan anjlok secara drastis, serta dirinya harus menutupi gaji karyawan.

"Galian ini sudah dua bulanan. Selama dua bulan ini pendapatan kita sangat merugi. Yang biasanya masuk sekitar Rp.300 - 500 ribu sehari. Sekarang karena adanya proyek ini paling kencang dapat Rp.100 ribu. Kadang tidak ada pelanggan masuk seharian," ungkapnya, Jumat (3/6/22).

Sedangkan, semuanya dari sewa, makan, gaji karyawan hingga modal bergantung dari usaha tersebut.

Bahkan ungkap Ira, para pelaku usaha lainnya sudah banyak yang tutup alias gulung tikar, karena tidak adanya pelanggan yang masuk terhalang oleh lubang kerukan proyek.

"Proyek ini sudah berlangsung lebih kurang dua bulan sejak sebelum puasa. Menjelang lebaran sempat terhenti lama, hampir satu bulanan. Ini saja jalan untuk ke tempat saya baru lima hari dibuatkan, setelah saya beberapa kali protes," ungkapnya.

Sejak dari awal pengerjaan proyek tersebut dirinya mengaku tidak pernah ada koordinasi dari pihak manapun. Bahkan, dirinya dan pelaku usaha lain sudah beberapa kali bertanya kepada pihak proyek. Terkait adakah ganti rugi dari dampak pengerjaan proyek yang merugikan mereka tersebut.

Sementara dari Pihak PT.Adipati, selaku sub kontraktor dari proyek milik Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional (BBPJN) Wilayah III Sumsel tersebut mengaku, pengerjaan proyek telah berjalan lebih kurang selama 1,5 bulan.

"Memang sempat terhambat, itu dikarenakan momen libur lebaran dan belakangan seringnya hujan, sehingga terjadi genangan air di lokasi galian. Kalau ada airnya kita tidak bisa apa-apa seharian cuma nyedoti air saja," kilah Pengawas Lapangan dari PT.Depati, Sepriadi.

Tidak jelas kapan mulai dan target selesai dari proyek penambahan jalan nasional tersebut, karena dilokasi proyek tidak dilengkapi dengan papan proyek. Sedangkan pihak kontraktor tidak menjelaskan secara detail perihal proyek tersebut.

"Target dari Balai besar sendiri itu dua minggu kedepan. Mudah-mudahan bisa selesai dan mudah-mudahan tidak hujan. Untuk target selesainya sendiri kita inginya kita secepatnya," terang Subriyadi.

Disinggung terkait nasib para pengusaha yang terdampak proyek tersebut? Supriyadi menjelaskan tidak bisa serta merta memberikan ganti rugi.

"Yang kita kerjakan inikan badan jalan, kalau lewat dari situ mungkin saja ada ganti rugi," terangnya.

Bahakan dirinya mengatakan bahwa mereka yang meminta akses jalan kerumah atau tempat usahanya, malah justru menjadi salah satu penghambat pengerjaan proyek pelebaran jalan tersebut. oganilirterkini.co.id

Tidak ada komentar:

Posting Komentar